Ticker

6/recent/ticker-posts

Perbedaan, Kelebihan dan Kekurangan IP Static dan IP Dynamic


Pembahasan kali ini, akan membahas apa itu IP statik dan IP dinamik serta kelebihan dan kekurangan dari kedua jenis settingan IP ini yang notabennya keduannya diperlukan dalam dunia jaringan dimulai dari jaringan berskala kecil atau LAN sampai jaringan berskala besar atau MAN sampai dengan internet.

A. IP Static 

IP Static atau statik IP adalah settingan ip dalam bentuk manual yang bertujuan agar IP dalam device tersebut tidak mengalami perubahan, IP statik ini biasa digunakan dalam dedicated server atau router sebagai IP publik yang bertujuan untuk mempermudah men-setting device tersebut dengan beberapa device. Selain untuk router dan server IP statik ini juga sering digunakan untuk topologi peer to peer dengan settingan IP private bertujuan untuk mempermudah dalam saling bertukar paket data dan agar koneksi yang dibuat stabil.

B. IP Dinamic

IP Dinamic atau dinamik IP adalah settingan IP dalam bentuk auto atau otomatis berfungsi untuk mempermudah client dalam mendapatkan IP, jadi client tidak usah repot-repot lagi men-konfigurasi ulang IP pada device masing-masing. IP statik ini biasa digunakan dalam jaringan berbasis luas dimulai dari LAN sampai WAN atau bahkan sampai internet yang bertujuan untuk mempermudah admin dalam membagikan dan memanagement IP dalam lingkup jaringan yang besar, IP dinamik ini akan disebar oleh server atau router sebagai device yang memiliki services DHCP server dan client akan merequest IP dinamik ini ke salah satu device tersebut agar mendapatkan IP sebagai alamat pertukaran data.

Kelebihan IP static dan IP dinamic

1. IP Static

Kelebihan :

  • Koneksi antar device pertukaran data stabil dan jarang mengalami delay
  • Bebas menentukan IP berapa yang mau dipakai sebagai IP address
  • Lebih mudah diingat karena IP address tetap
  • Mempermudah admin untuk melakukan konfigurasi terhadap jaringan

Kekurangan :

  • Jika memiliki banyak device akan capek karena men-konfigurasi 1 per 1 IP pada device tersebut
  • Harus mengingat IP mana saja yang sudah dipakai
  • Bila pembagian IP tidak benar akan mengalami IP conflict atau IP saling bertabrakan

2. IP Dinamic

Kelebihan :

  • Mempermudah admin dalam pembagian IP address
  • Tidak perlu menyetting 1 per 1 host yang ada dalam jaringan
  • Host tidak akan mengalami IP conflict karena jika IP address yang dibagikan admin telah dipakai, otomatis Host tersebut akan mencari IP lain dan merequest kembali IP ke device admin
  • Admin tidak perlu mengingat IP mana saja yang telah terpakai karena DHCP server akan otomatis mencatat IP mana saja yang telah terpakai oleh Host client.

Kekurangan :

  • Akan sering mengalami delay atau loading, karena IP yang didapat akan berubah ubah setiap waktu yang telah ditentukan oleh admin, atau IP tersebut telah terpakai oleh Host client yang lain.
  • Karena IP yang didapatkan harus disetting oleh admin maka proses tersebut akan memakan RAM yang ada pada sistem admin.
  • Konfigurasi diperlukan.

Perbedaan IP Static dan IP Dinamic

  • Koneksi yang dibuat oleh akan IP Static akan stabil dibandingkan IP Dinamic
  • IP Static bebas menentukan IP berapa yang mau dipakai sedangkan IP Dinamic tidak karena settingan ditentukan oleh admin.
  • Konfigurasi IP Dinamik membuat waktu lebih efisien daripada IP statik karena IP Dinamik tidak perlu lagi mengkonfigurasi IP secara manual.
  • IP dinamik tidak akan mengalami IP conflict dibandingkan IP Statik

Mending mana IP static atau IP dinamic ?

Jika kalian harus memilih mending pilih IP static atau dinamik? Kalian terlebih dahulu harus tahu dalam posisi apakah kalian saat memilih metode ini. Jika, kalian sebagai Admin dalam sebuah jaringan kalian lebih memilih IP statik sebagai metode agar device kalian mendapatkan IP address yang mudah diingat dan tidak berubah ubah. Jika, kalian sebagai Admin yang bertugas untuk membagikan koneksi jaringan anda kepada seluruh Host yang ada dalamm jaringan tersebut maka alangkah baiknya anda menggunakan IP statik dan juga IP dinamik, dimana IP statik ini untuk IP device admin dan IP dinamik untuk dibagikan ke client host sebagai DHCP server. Jika, kalian sebagai client Host pada sebuah jaringan alangkah baiknya kalian menggunakan metode IP dinamik agar kalian tidak perlu capek capek men-konfigurasi device kalian. Yah.... mungkin hanya segitu yang bisa saya sampaikan. Terima Kasih
Reactions

Posting Komentar

1 Komentar